Dokumentasi Sejarah

Perjalanan Injil di Modio

Timeline disusun berdasarkan sumber gerejawi dan arsip daring. Perbedaan antara dokumentasi tertulis dan tradisi/kesaksian lokal diberi catatan agar pembaca dapat menilai konteksnya.

1932

Auki Tekege bertemu P. Herman Tillemans MSC

Auki Tekege bersama beberapa rekannya melakukan perjalanan ke wilayah pesisir dan berjumpa dengan misionaris yang diwakili P. Herman Tillemans MSC. Setelah melihat perubahan yang dibawa agama dan pendidikan di pesisir, Auki mengundang Tillemans untuk datang ke tempat tinggalnya di pegunungan, Modio. Undangan tersebut menjadi salah satu pintu awal perjumpaan misi dengan masyarakat Mee-Mapiha. Dalam sumber Keuskupan Timika, Auki digambarkan sebagai tokoh adat yang membantu membuka hubungan antara dunia pesisir dan pegunungan.

1935

Ekspedisi Bijlmer menuju pegunungan

Tiga tahun setelah perjumpaan awal, ekspedisi yang dipimpin dr. H.J.T. Bijlmer bergerak dari pesisir menuju pegunungan dan P. Tillemans ikut di dalamnya. Pada 25 Desember 1935 rombongan mencapai Ihago dan pada 26 Desember 1935 tiba di Modio. Auki sebagai orang yang dituakan menerima rombongan dan membantu mempertemukan mereka dengan perwakilan dari berbagai wilayah. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting dalam sejarah awal hubungan misi dengan masyarakat di wilayah Mee-Mapiha.

7 Januari 1936

Perjumpaan iman dan adat

Catatan sejarah Modio menggambarkan adanya perjumpaan antara rombongan misionaris dan masyarakat lokal melalui doa adat, pertemuan para pemimpin, serta simbol Injil dan Salib. Dalam uraian Keuskupan Timika, pengalaman tersebut dipahami sebagai contoh bagaimana pewartaan Injil berjumpa dengan simbol dan tata sosial budaya masyarakat Mee-Mapiha. Detail tanggal ini ditampilkan sesuai brief pengguna dan perlu dibaca bersama sumber gerejawi serta kesaksian lokal; informasi yang bersifat tradisi lisan diberi penanda catatan sumber.

1937

Perkembangan jaringan misi

Ekspedisi berikutnya membuka jalan bagi berkembangnya pos pemerintahan dan misi di kawasan Paniai dan Enarotali. Modio yang menjadi pintu awal kemudian tidak langsung menjadi pusat misi karena jalur menuju Paniai dianggap lebih mudah dan kawasan Danau Paniai mendukung mobilitas. Auki tetap berusaha menjaga perhatian misi terhadap Modio dan meminta agar tempat tersebut mendapat pos misi. Periode ini menunjukkan bahwa sejarah Modio berkembang sebagai bagian dari jaringan misi yang lebih luas.

1952

P. Smith OFM dan Paroki Modio

Keuskupan Timika mencatat bahwa pada 1952 P. Smith OFM ditugaskan di Paroki Modio dan menjadi pastor pertama yang tinggal di sana. Auki bersama rombongan menjemput P. Smith dan kemudian bekerja bersama dalam kehidupan gereja serta hubungan dengan masyarakat. Fase ini menandai perubahan dari perjumpaan awal menuju komunitas gerejani yang lebih menetap. Dalam sejarah berikutnya Auki tetap dikenang sebagai tokoh lokal yang membuka jalan bagi perkembangan misi di Modio.

1962

Pembaptisan dan wafat Auki Tekege

Menurut tulisan sejarah Keuskupan Timika, Auki dibaptis oleh P. Smith OFM pada 1962 ketika berada dalam kondisi sakit. Sumber tersebut menyebut bahwa Auki sebelumnya telah bertahun-tahun memperjuangkan kehadiran misi di Modio dan bekerja bersama P. Smith. Kisah ini menempatkan Auki sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Gereja Katolik di wilayah tersebut. Informasi mengenai tahun dan peristiwa ditampilkan bersama sumber rujukannya.

Catatan sumber. Tidak semua detail sejarah memiliki dokumentasi primer yang sama kuat. Website tidak mengubah tradisi lisan menjadi fakta dokumenter; setiap bagian diarahkan kembali ke sumber yang dapat ditelusuri.